Sabtu, 22 Desember 2012

contoh laporan ppl


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Universitas Negeri Semarang merupakan lembaga pendidikan tinggi yang salah satu misi utamanya adalah menyiapkan, mencetak tenaga pendidik yang mampu dan mempunyai kompetensi untuk siap bertugas dalam bidang pendidikan itu sendiri, baik sebagai guru maupun sebagai tenaga kependidikan lainya yang tugasnya bukan sebagai guru. Oleh karena itu komposisi kurikulum pendidikan untuk program S1, Diploma dan Akta tidak terlepas adanya Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) yang berupa praktik pengajaran di sekolah-sekolah latihan bagi calon guru dan praktik non pengajaran bagi para calon non kependidikan lainnya.
Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan salah satu kegiatan yang harus ditempuh oleh setiap mahasiswa program kependidikan. Universitas Negeri Semarang. Kegiatan PPL 2 meliputi praktik mengajar, praktik administrasi, praktik bimbingan dan konseling serta kegiatan yang bersifat kurikuler dan ekstrakurikuler yang berlaku di sekolah latihan. Seluruh kegiatan tersebut  harus dilaksanakan oleh mahasiswa praktikan, karena kesiapan seorang calon tenaga pendidik dapat dilihat dari kesiapan  mahasiswa praktikan mengikuti PPL ini. PPL dilaksanakan atas dasar tanggung jawab bersama antara Universitas Negeri Semarang (UNNES) dengan sekolah latihan yang ditunjuk.
Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) yang diikuti berlokasi di SMK Palebon Semarang yang diharapkan dapat mengembangkan dan mendapatkan pengalaman baru dalam proses pendidikan terhadap calon-calon tenaga pendidik.




B.     Tujuan
Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) bertujuan untuk membentuk mahasiswa agar menjadi calon pendidik yang profesional sesuai prinsip pendidikan berdasarkan kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial.
Selain itu, PPL berfungsi sebagai bekal bagi praktikan agar memiliki pengalaman secara nyata tentang pengajaran di sekolah sehingga diharapkan praktikan juga memiliki pengetahuan dan keterampilan yang menunjang tercapainya penguasaan kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial.
C.    Manfaat PPL
Manfaat PPL secara umum yaitu memberi bekal kepada mahasiswa praktikan agar memiliki kompetensi profesional, kompetensi paedagogik, kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial. Selain itu, pelaksanaan PPL diharapkan dapat memberikan manfaat terhadap semua komponen yang terkait dalam PPL tersebut, seperti mahasiswa, sekolah, dan perguruan tinggi yang bersangkutan.
1)      Manfaat bagi Mahasiswa
                       1.     Mendapatkan kesempatan untuk mempraktekkan bekal yang diperoleh selama kuliah perkuliahan ditempat PPL.
                       2.     Mengetahui dan mengenal secara langsung proses belajar mengajar di sekolah latihan.
                       3.     Mendewasakan cara berpikir, meningkatkan daya penalaran mahasiswa dalam melakukan penelaahan, perumusan, dan pemecahan masalah pendidikan yang ada di sekolah.
2)      Manfaat bagi Sekolah
                       1.     Meningkatkan kualitas pendidikan.
                       2.     Memberikan masukan kepada sekolah atas hal-hal atau ide-ide baru dalam perencanaan program pendidikan yang akan datang.
                       3.     Mempererat kerjasama antara sekolah latihan dengan perguruan tinggi yang bersangkutan yang dapat bermanfaat bagi para lulusannya kelak.
3)      Manfaat bagi Universitas Negeri Semarang
                       1.     Memperoleh masukan tentang kasus pendidikan yang dipakai sebagai bahan pertimbangan penelitian.
                       2.     Memperluas dan meningkatkan jaringan kerja sama dengan sekolah-sekolah latihan.
                       3.     Memperoleh masukan tentang perkembangan pelaksanaan PPL, sehingga kurikulum dan metode yang dipakai dapat disesuaikan dengan tuntutan yang ada di lapangan.
D.      Sistematika Penulisan
Sistematika laporan ini menggunakan sistematika penulisan sebagai berikut:
Bab I, terdiri atas pendahuluan yang meliputi latar belakang, tujuan, manfaat, dan sistematika penulisan laporan.
Bab II, menyajikan landasan teori.
Bab III, membahas pelaksanaan selama kegiatan PPL.
Bab IV, terdiri atas kesimpulan dan saran.















BAB II
LANDASAN TEORI

A.    Pengertian Praktik Pengalaman Lapangan (PPL)
Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) adalah semua kegiatan kurikuler yang harus dilakukan mahasiswa praktikan sebagai sarana untuk menerapkan teori-teori yang telah diperoleh selama perkuliahan. Kegiatan PPL meliputi praktik mengajar, praktik administrasi, praktik bimbingan konseling serta kegiatan pendidikan lainnya yang sesuai. Dengan demikian akan diperoleh pengalaman dan keterampilan dalam menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran di sekolah maupun di luar sekolah.

B.     Dasar  Pelaksanaan PPL
Dasar dari pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) 2 adalahsebagai berikut.
1.     Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4301).
2.    Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 157, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4586).
3.    Peraturan Rektor Universitas Negara Semarang Nomor 05 Tahun 2009 tentang Pedoman Praktik Pengalaman Lapangan Bagi Mahasiswa Program Kependidikan Universitas Negeri Semarang.
4.    Keputusan Rektor Universitas Negeri Semarang Nomor 46/O/2001 tentang Jurusan dan Program Studi di Lingkungan Fakultas serta Progam Studi pada Program Pascasarjana Universitas Negeri Semarang.
5.    Keputusan Rektor Universitas Negeri Semarang Nomor 162/O/2004 tentang Penyelenggaraan Pendidikan di Universitas Negeri Semarang.


C.    Struktur Organisasi Sekolah
Sekolah sebagai unit pelaksana teknis pendidikan formal di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Kantor Pendidikan Nasional Propinsi yang bersangkutan. Pengorganisasian suatu sekolah tergantung pada jenis, tingkat, dan sifat sekolah yang bersangkutan. Susunan organisasi sekolah tertuang dalam Keputusan Menteri Pendidikan Nasional tentang susunan organisasi  dan tata kerja jenis sekolah tersebut. Dari struktur organisasi sekolah tersebut terlihat hubungan dan mekanisme kerja antara kepala sekolah, guru, murid, pegawai tata usaha sekolah serta pihak lainnya di luar sekolah. Koordinasi, integrasi dan sinkronisasi kegiatan–kegitan yang terarah memerlukan pendekatan pengadministrasian yang efektif dan efisien, yaitu:
a.       Berorientasi kepada tujuan, yaitu berarti bahwa administrasi sekolah menunjang tercapainya tujuan pendidikan.
b.      Berorientasi kepada pendayagunaan semua sumber  (tenaga, dana, dan sarana) secara tepat guna dan hasil guna.
c.       Mekanisme pengelolaan sekolah meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan penilaian hasil kegiatan administrasi sekolah harus dilakukan secara sistematis dan terpadu. 

D.    Tinjauan tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
Perkembangan  dan perubahan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara di Indonesia tidak terlepas dari pengaruh perubahan global, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta seni dan budaya. Perubahan terus menerus ini menuntut perlunya perbaikan sistem pendidikan nasional termasuk penyempurnaan kurikulum. Salah satu bentuk upaya nyata Departemen Pendidikan Nasional untuk meningkatkan kualitas pendidikan tersebut adalah pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada tahun 2006.
Kurikulum antara lain berisi landasan yang dipakai sebagai acuan dan pedoman dalam pengembangan kurikulum, tujuan Pendidikan Nasional, tujuan pendidikan menengah  dan tujuan pendidikan pada Sekolah Menengah Atas, program pengajaran yang mencakup isi program pengajaran, lama pendidikan dan susunan progam pengajaran, pelaksanaan pengajaran ditingkat nasional dan daerah.
Adapun kurikulum yang saat ini diterapkan di Sekolah Menengah adalah kurikulum yang beragam mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Standar pendidikan nasional terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan, dan penilaian pendidikan. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan yaitu Standar Isi (SI), Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yang menjadi acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum. Kurikulum ini dinamakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Pada dasarnya kurikulum ini hampir sama dengan kurikulum 1994 ataupun kurikulum 2004, tetapi ada sedikit perbedaan dalam hal proses pembelajarannya di kelas. Baik itu dari segi materi maupun metode yang digunakan. Penggunaaan perangkat pembelajaran ataupun sistem penilaiannya, berbeda dengan perangkat pembelajaran yang digunakan pada kurikulum 1994 ataupun 2004.
Sesuai dengan kurikulum Sekolah Menengah Atas yang baru yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), dalam mengelola proses belajar mengajar seorang guru dituntut untuk melaksanakan :
a.         Menyusun program tahunan dan program semester.
b.         Penjabaran tentang kompetensi dasar yang akan dicapai, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, alokasi waktu, sumber belajar, indikator pencapaian, dan sistem penilaian.
c.         Penjabaran tentang struktur kurikulum yang diterapkan di sekolah.
d.        Menyusun persiapan mengajar.
e.         Melaksanakan perbaikan dan pengayaan.
Langkah-langkah diatas dijabarkan dalam perangkat pembelajaran yang  terdiri atas :
a.         Program Tahunan (Prota)
b.        Program Semester (Promes)
c.         Silabus
d.        Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
e.         Standar Ketuntasan Belajar Minimal (SKBM)



























BAB III
PELAKSANAAN

A.    Waktu
Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) 2 di SMK Palebon Semarang dilaksanakan mulai tanggal 31 Juli  sampai dengan 20 Oktober 2012.
B.     Tempat
Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) 2 dilaksanakan di SMK Palebon Semarang yang berlokasi Jl. Palebon Raya No. 30 Semarang
C.    Tahapan Kegiatan
Tahap-tahap kegiatan PPL 1 dan PPL 2 meliputi:
1.     Kegiatan di kampus
a.      Pembekalan
Pembekalan dilakukan di kampus selama 3 hari yaitu tanggal 24, 25, dan 26 Juli 2012.
b.      Upacara Penerjunan
Upacara penerjunan dilaksanakan di depan gedung Rektorat UNNES pada tanggal 30 Juli 2012 pukul 07.00 WIB sampai selesai.
2.     Penerjunan di Sekolah Latihan
Penerjunan mahasiswa PPL dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 31 Juli 2012 di sekolah latihan, SMK Palebon Semarang. Mahasiswa praktikan diserahkan oleh dosen koordinator PPL UNNES kemudian diterima oleh kepala sekolah dan guru pamong.
3.     Kegiatan inti
a.      Pengenalan lapangan

      Kegiatan pengenalan lapangan di SMK Palebon Semarang dilaksanakan pada PPL 1 yaitu tanggal 31 Juli sampai dengan 20 Oktober 2012. Dengan demikian, data pengenalan lapangan tidak dilampirkan kembali karena sudah dilampirkan pada laporan PPL 1.


b.      Pengajaran terbimbing
      Pengajaran terbimbing dilakukan oleh mahasiswa praktikan di bawah bimbingan guru pamong dan dosen pembimbing. Artinya guru pamong dan dosen pembimbing ikut masuk kelas. Sebelum melakukan pembelajaran di kelas praktikan sudah menyiapkan perangkat pembelajaran seperti silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang sudah dikonsultasikan terlebih dulu kepada guru pamong.
c.      Pengajaran mandiri
      Pengajaran mandiri dilakukan oleh praktikan dimana guru pamong sudah tidak ikut mendampingi masuk ke kelas yang diajar. Sebelum mengajar praktikan membuat perangkat pembelajaran dan dikonsultasikan ke guru pamong. Pelatihan pengajaran mandiri dilaksanakan mulai minggu ke-5 sampai minggu ke-11 selama PPL 2. Praktikan mengampu dua mata pelajaran dalam empat kelas, yakni mata pelajaran Kewirausahaan pada kelas XI AP 1, XI MM 1, XI AK 2, XI PM 1
d.     Pelaksanaan Ujian Praktik Mengajar
Pelaksanaan ujian praktik mengajar dilakukan oleh guru pamong dan dosen pembimbing. Guru pamong melakukan penilaian pada minggu ke-5, 6, 7, sedangkan dosen pembimbing pada minggu ke-7 dan minggu ke-10
e.         Bimbingan penyusunan laporan
      Dalam menyusun laporan, praktikan mendapat bimbingan dari berbagai pihak yaitu guru pamong, dosen pembimbing, dosen koordinator, dan pihak lain yang terkait sehingga laporan ini dapat disusun tepat pada waktunya.





D.    Materi Kegiatan
Materi kegiatan dalam PPL 2 adalah sebagai berikut.
1.      Membuat perangkat pembelajaran atas bimbingan guru pamong. Pembuatan perangkat pembelajaran dimulai dari membuat silabus, program tahunan, program semesteran, dan rencana pembelajaran.
2.      Melaksanakan praktik mengajar atas bimbingan guru pamong dan dosen pembimbing. Dalam praktik mengajar ini, praktikan memberikan materi dengan berbagai metode, mengadakan latihan, praktikum,  memberikan tugas dan ulangan harian serta mengadakan penilaian.
3.      Melakukan evaluasi pembelajaran. Evaluasi dilakukan setelah Proses Belajar Mengajar, baik evaluasi dari proses pembelajaran maupun evaluasi hasil pembelajaran. Evaluasi meliputi aspek pemahaman konsep, penalaran dan komunikasi, serta pemecahan masalah.

E.     Proses Bimbingan
1.      Bimbingan dengan guru pamong, berlangsung selama kegiatan PPL secara efektif dan efisien. Guru pamong senantiasa memberikan saran terkait dengan pembelajaran yang hendak praktikan lakukan. Sebelum latihan mengajar di kelas, praktikan terlebih dahulu mengkonsultasikan perangkat mengajarnya kepada guru pamong. Guru pamong tak segan-segan memberi bantuan kepada praktikan baik yang menyangkut penyusunan perangkat maupun latihan mengajar di kelas. Guru pamong memberikan saran dan kritik yang membangun kepada praktikan yang tentu sangat bermanfaat.
2.      Bimbingan dengan dosen pembimbing, dilakukan setiap dosen pembimbing datang ke sekolah latihan. Hal-hal yang dikoordinasikan mengenai materi yang diajarkan,  sistem pengajaran yang baik, kesulitan-kesulitan selama PPL di sekolah latihan, masalah-masalah yang menghambat selama PPL di sekolah latihan, informasi-informasi terbaru baik dari sekolah latihan maupun UPT, serta pelaksanaan ujian praktik mengajar.
F.     Hal- Hal yang Mendukung dan Menghambat Selama PPL  
1.      Hal-hal yang Mendukung
a)      Guru pamong dan dosen pembimbing selalu siap apabila praktikan memerlukan bimbingan.
b)      Adanya hubungan yang baik antara siswa, praktikan, guru pamong, dosen pembimbing, serta guru lainnya.
c)      Tersedianya sarana dan prasarana yang cukup memadai dari sekolah latihan memudahkan praktikan dalam melaksanakan PPL.
2.      Hal-hal yang Menghambat
Adapun hal yang dapat menghambat kegiatan praktikan dalam PPL 2 adalah keadaan siswa yang cenderung ramai sehingga proses belajar mengajar tidak dapat berjalan secara maksimal dan materi yang disampaikan kurang dapat diserap dengan baik. Hal lainnya yakni belum digunakannnya buku/literatur administrasi perkantoran untuk kelas XI  secara maksimal sebagai penunjang kegiatan belajar mengajar. Seringkali siswa merasa keberatan untuk fotocopy bahan ajar, padahal sangat diperlukan dalam PBM. Kekurangan juga ada pada diri praktikan mengingat masih pada tahap belajar.

G.    Hasil Pelaksanaan
       Setelah melaksanakan PPL 2, mahasiswa praktikan mendapatkan pengalaman yang telah diberikan oleh pihak sekolah terutama guru pamong tentang kiat-kiat menjadi seorang guru yang profesional. Seorang guru dituntut untuk membuat perangkat pembelajaran dan menguasai keterampilan-keterampilan yang harus diterapkan dalam proses belajar mengajar (PBM) yang meliputi keterampilan membuka pelajaran, menjelaskan, bertanya, memberikan penguatan, mengadakan variasi, memimpin diskusi, mengajar kelompok kecil, mengelola kelas dan memberikan evaluasi serta penilaian.


BAB IV
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Berdasarkan laporan dan kegiatan PPL 2, dapat disimpulkan antara lain sebagai berikut.
1.      Tugas seorang guru (praktikan) meliputi merencanakan dan    mengaktualisasikan yang direncanakan dalam proses pengajaran di kelas. Dalam mengaktualisasikan proses pembelajaran, seorang guru (praktikan) harus mempunyai bekal materi yang cukup serta harus mempunyai kemampuan dalam mengelola kelas.
2.      Adanya  komunikasi yang baik dengan guru pamong maupun dosen pembimbing sehingga Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) 2 dapat terlaksana dengan baik.
3.      Seorang guru (praktikan) harus memiliki kesabaran dalam membimbing siswa yang mempunyai karakter yang berbeda.

B.     Saran
Dari Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) 2 yang praktikan laksanakan, praktikan menyarankan beberapa hal sebagai berikut.
1.      Untuk sesama mahasiswa praktikan:
            Mahasiswa praktikan harus mampu menjaga komunikasi dan hubungan yang baik dengan sesama mahasiswa praktikan, guru, dan karyawan sekolah, serta lebih meningkatkan disiplin dalam mengikuti semua kegiatan yang telah dijadwalkan dalam PPL.
2.      Untuk pihak sekolah
a)    Diharapkan pihak sekolah dapat meningkatkan dalam pemberian bimbingan, motivasi, dukungan, serta evaluasi kepada praktikan agar semangat praktikan tumbuh dan kegiatan yang praktikan lakukan dapat berjalan dengan lancar.
b)   Lebih memantapkan pelaksanakan tata tertib sekolah dan kegiatan-kegiatan lain yang mendukung kegiatan proses belajar mengajar.
3.        Untuk pihak UPT PPL UNNES
Sebelum pelaksanaan PPL 2 sebaiknya mahasiswa diberikan sosialisasi PPL agar paham mengenai sistem yang digunakan pada saat PPL tahun ini.

Ditulis Oleh : gudang internet // 00.05
Kategori:

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Diberdayakan oleh Blogger.